KEHIDUPAN YANG MEMULIAKAN Tuhan- Efesus 1:7-12 Refrensi Tambahan PJJ GBKP 06-12 APRIL 2025

 


Masa Paskah adalah waktu yang tepat untuk merenungkan karya penebusan Tuhan dalam hidup kita. Dalam Efesus 1:7-12, Paulus mengajarkan bahwa melalui darah Kristus, kita telah ditebus dan diberikan pengampunan dosa menurut kekayaan anugerah-Nya. Bukan karena kekuatan atau kebaikan kita sendiri, tetapi karena rencana keselamatan yang telah ditetapkan sebelum dunia dijadikan.

Refleksi ini mengajak kita untuk bertanya: Bagaimana kita merespons anugerah penebusan ini dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana hidup kita dapat menjadi persembahan yang memuliakan Tuhan?

Anugerah Penebusan dan Pemulihan Diri

Dalam pemahaman teologi Yohanes Calvin, karya penebusan tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga memulihkan manusia kepada rancangan aslinya—hidup dalam persekutuan dengan Allah dan mencerminkan kemuliaan-Nya. Calvin menekankan bahwa setiap orang percaya, setelah menerima keselamatan, dipanggil untuk menjalani hidup yang terus diperbaharui oleh Roh Kudus.

Namun, kita sadar bahwa manusia memiliki kerapuhan dan kelemahan. Kita mudah jatuh dalam dosa, mengalami kelelahan rohani, bahkan merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Akan tetapi, dalam kelemahan itu, Tuhan tetap memanggil kita untuk terus bertumbuh. Hidup yang memuliakan Tuhan bukanlah hidup yang sempurna tanpa kesalahan, tetapi hidup yang mau diperbaharui setiap hari melalui hikmat dan anugerah Tuhan.

Hidup dalam Kesalehan: Respons Orang Percaya

Sebagai orang yang telah ditebus oleh Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam kesalehan. Calvin mengajarkan bahwa iman yang sejati selalu berbuah dalam kehidupan yang benar di hadapan Tuhan dan sesama. Kesalehan bukan sekadar moralitas atau ritual keagamaan, tetapi kehidupan yang sepenuhnya diarahkan kepada kehendak Tuhan.

Paulus dalam Efesus 1:12 menegaskan bahwa kita dipilih untuk menjadi "pujian bagi kemuliaan-Nya." Ini berarti bahwa setiap aspek kehidupan—pekerjaan, keluarga, persekutuan, dan pelayanan—harus menjadi sarana untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.

Tetapi bagaimana caranya? Beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan:

1.      Memperbarui diri dalam firman Tuhan – Menggunakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alkitab agar pikiran dan hati kita selaras dengan kehendak-Nya.

2.      Menjalani hidup dengan integritas – Dalam setiap keputusan, baik di rumah, pekerjaan, maupun komunitas, kita berusaha untuk mencerminkan nilai-nilai Kristus.

3.      Mengembangkan karakter yang rendah hati dan penuh kasih – Mengingat bahwa kita sendiri telah menerima kasih karunia, kita pun diajak untuk hidup dalam kasih dan kemurahan hati terhadap orang lain.

4.      Menjalani kehidupan doa yang mendalam – Berkomunikasi dengan Tuhan bukan hanya saat kita dalam kesulitan, tetapi juga dalam keseharian, sebagai bentuk ketergantungan kepada-Nya.

Refleksi Komunal dalam Persekutuan

Agar perenungan ini dapat menjadi bagian dari kehidupan bersama dalam persekutuan, beberapa metode berikut dapat digunakan:

  • Lectio Divina: Membaca Efesus 1:7-12 secara perlahan, merenungkan maknanya, dan membagikan pengalaman pribadi terkait pemulihan dan pembaruan hidup dalam Kristus.
  • Diskusi Kelompok: Mengajak anggota persekutuan untuk berbagi tantangan dalam menjalani kehidupan yang memuliakan Tuhan dan mencari solusi bersama.
  • Sharing Kesaksian: Setiap orang dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana Tuhan telah memulihkan dan membimbing mereka dalam pertumbuhan rohani.
  • Doa Syafaat: Mendoakan satu sama lain agar diberikan kekuatan untuk terus hidup dalam kesalehan dan tidak menyerah pada kelemahan.

Kesimpulan

Hidup yang memuliakan Tuhan adalah hidup yang terus-menerus diperbaharui oleh anugerah-Nya. Kelemahan bukan alasan untuk menyerah, melainkan kesempatan untuk mengalami pemulihan dari Tuhan. Seperti yang diajarkan oleh Yohanes Calvin, kehidupan orang percaya adalah perjalanan pembaruan yang tak pernah berhenti, hingga akhirnya kita mencapai kesempurnaan dalam Kristus.

Dalam terang Paskah, marilah kita merespons karya penebusan Tuhan dengan hidup yang memuliakan-Nya, tidak hanya dalam ibadah, tetapi dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, hidup kita menjadi pujian bagi kemuliaan-Nya, dan dunia dapat melihat terang Kristus melalui kita. Amin.

Komentar