Masa Paskah adalah
waktu yang tepat untuk merenungkan karya penebusan Tuhan dalam hidup kita.
Dalam Efesus 1:7-12, Paulus mengajarkan bahwa melalui darah Kristus, kita telah
ditebus dan diberikan pengampunan dosa menurut kekayaan anugerah-Nya. Bukan
karena kekuatan atau kebaikan kita sendiri, tetapi karena rencana keselamatan
yang telah ditetapkan sebelum dunia dijadikan.
Refleksi ini mengajak
kita untuk bertanya: Bagaimana kita merespons anugerah penebusan ini dalam
kehidupan sehari-hari? Bagaimana hidup kita dapat menjadi persembahan yang
memuliakan Tuhan?
Anugerah Penebusan dan
Pemulihan Diri
Dalam pemahaman teologi
Yohanes Calvin, karya penebusan tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga
memulihkan manusia kepada rancangan aslinya—hidup dalam persekutuan dengan
Allah dan mencerminkan kemuliaan-Nya. Calvin menekankan bahwa setiap orang
percaya, setelah menerima keselamatan, dipanggil untuk menjalani hidup yang
terus diperbaharui oleh Roh Kudus.
Namun, kita sadar bahwa
manusia memiliki kerapuhan dan kelemahan. Kita mudah jatuh dalam dosa,
mengalami kelelahan rohani, bahkan merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Akan
tetapi, dalam kelemahan itu, Tuhan tetap memanggil kita untuk terus bertumbuh.
Hidup yang memuliakan Tuhan bukanlah hidup yang sempurna tanpa kesalahan,
tetapi hidup yang mau diperbaharui setiap hari melalui hikmat dan anugerah
Tuhan.
Hidup dalam Kesalehan:
Respons Orang Percaya
Sebagai orang yang
telah ditebus oleh Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam kesalehan. Calvin
mengajarkan bahwa iman yang sejati selalu berbuah dalam kehidupan yang benar di
hadapan Tuhan dan sesama. Kesalehan bukan sekadar moralitas atau ritual keagamaan,
tetapi kehidupan yang sepenuhnya diarahkan kepada kehendak Tuhan.
Paulus dalam Efesus
1:12 menegaskan bahwa kita dipilih untuk menjadi "pujian bagi
kemuliaan-Nya." Ini berarti bahwa setiap aspek kehidupan—pekerjaan,
keluarga, persekutuan, dan pelayanan—harus menjadi sarana untuk menyatakan
kemuliaan Tuhan.
Tetapi bagaimana
caranya? Beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan:
1.
Memperbarui diri dalam firman Tuhan
– Menggunakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alkitab agar pikiran dan hati
kita selaras dengan kehendak-Nya.
2.
Menjalani hidup dengan integritas
– Dalam setiap keputusan, baik di rumah, pekerjaan, maupun komunitas, kita
berusaha untuk mencerminkan nilai-nilai Kristus.
3.
Mengembangkan karakter yang rendah
hati dan penuh kasih – Mengingat bahwa kita sendiri telah
menerima kasih karunia, kita pun diajak untuk hidup dalam kasih dan kemurahan
hati terhadap orang lain.
4.
Menjalani kehidupan doa yang
mendalam – Berkomunikasi dengan Tuhan bukan hanya saat kita
dalam kesulitan, tetapi juga dalam keseharian, sebagai bentuk ketergantungan
kepada-Nya.
Refleksi Komunal dalam
Persekutuan
Agar perenungan ini
dapat menjadi bagian dari kehidupan bersama dalam persekutuan, beberapa metode
berikut dapat digunakan:
- Lectio Divina:
Membaca Efesus 1:7-12 secara perlahan, merenungkan maknanya, dan
membagikan pengalaman pribadi terkait pemulihan dan pembaruan hidup dalam
Kristus.
- Diskusi Kelompok:
Mengajak anggota persekutuan untuk berbagi tantangan dalam menjalani
kehidupan yang memuliakan Tuhan dan mencari solusi bersama.
- Sharing Kesaksian:
Setiap orang dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana Tuhan telah
memulihkan dan membimbing mereka dalam pertumbuhan rohani.
- Doa Syafaat:
Mendoakan satu sama lain agar diberikan kekuatan untuk terus hidup dalam
kesalehan dan tidak menyerah pada kelemahan.
Kesimpulan
Hidup yang memuliakan
Tuhan adalah hidup yang terus-menerus diperbaharui oleh anugerah-Nya. Kelemahan
bukan alasan untuk menyerah, melainkan kesempatan untuk mengalami pemulihan
dari Tuhan. Seperti yang diajarkan oleh Yohanes Calvin, kehidupan orang percaya
adalah perjalanan pembaruan yang tak pernah berhenti, hingga akhirnya kita
mencapai kesempurnaan dalam Kristus.
Dalam terang Paskah,
marilah kita merespons karya penebusan Tuhan dengan hidup yang memuliakan-Nya,
tidak hanya dalam ibadah, tetapi dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian,
hidup kita menjadi pujian bagi kemuliaan-Nya, dan dunia dapat melihat terang
Kristus melalui kita. Amin.
Komentar
Posting Komentar